Pengalaman Menggunakan Video Conference.
Akhir-akhir ini, konferensi video menjadi akrab dengan keseharian kita karena adanya pembatasan fisik dan sosial terkait pandemi covid-19. Saya sendiri baru mengetahui bagaimana sistem penggunaannya selama masa PJJ ini.
Pembelajaran jarak jauh memiliki titik berat berupa kemandirian pembelajar (self-reliant learning). Pembelajaran jarak jauh membuat komunikasi lansung secara tatap muka menjadi minim, bahkan bisa tidak ada. Pada pelaksanaan kita dapat mencari solusi pengganti pertemuan tatap muka dengan melakukan secara virtual dan digital, yakni melalui konferensi video.
Selama masa pandemi, pembelajaran jarak jauh untuk pendidikan formal tiba-tiba menjadi keharusan karena faktor kesehatan dan keselamatan yang harus diutamakan. Komunikasi dan interaksi belajar antara guru dan peserta didik dilakukan dengan bantuan media dan teknologi. Beragam platform media dan teknologi yang tidak secara khusus dikembangkan untuk pembelajaran kini diadaptasi untuk mendukung pembelajaran dari rumah, salah satunya yang sering saya pribadi gunakan adalah penggunaan aplikasi chat seperti WhatsApp atau Telegram untuk membentuk grup kelas dan berdiskusi serta aplikasi Zoom Meeting baik untuk kegiatan belajar dengan perserta didik, mengikuti pelatihan-pelatihan bahkan yang sekarang ini menjadi pemateri untuk tugas pembatik level 4.
Penggunaan teknologi komunikasi digital semakin diperlukan karena terbatasnya kontak fisik. Dengan memanfaatkan aplikasi konferensi video, belajar tatap maya (tatap muka secara virtual) dapat dilakukan, sehingga umpan balik dapat dilakukan saat itu juga. Dari kegiatan belajar itu, diharapkan kita tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.
Selama saya menjadi peserta pelatihan di kegitan webinar yang diselenggarakan pemerintah maupun instansi tertentu, saya hanya mendengarkan dan memantau jalannya kegiatan tanpa ikut andil terlibat secara teknis didalamnya, kecuali hanya mematikan suara (mute) saat para pemateri berbicara dan menyalakan video agar pemateri dapat berkomunikasi secara langsung dengan saya.
Namun sejak menjalani kegiatan pembatik level 4, saya sudah pernah 5 kali terlibat menjadi pemateri dalam 5 kegiatan webinar yang berbeda dimana tujuannya adalah untuk mensosialisasikan pemanfaatan portal Rumah Belajar. Saat menjadi pemateri saya menjadi kerepotan sendiri menyusun bahan presentasi, melatih pengucapan, intonasi serta mencoba mengolah kata. Apalagi begitu sesi saya berbicara, saya harus mengatur Share Screen mana yang harus ditampilkan terlebih dahulu dan dapat dilihat para partisipan begitu juga dengan suara, apakah suara saya masih terdengar, ataukah sudah menghilang sangking gugupnya mempresentasikan materi.
Nah selain itu, sebagai pemateri yang merangkap panitia acara, kita juga direpotkan dengan persiapan sebelum acara seperti pembuatan Flyer, Background, susunan acara, lamanya durasi waktu acara, link video conference, mengundang pihak-pihak yang bisa menjadi pembuka dan bersedia memberikan kata-kata sambutan serta hal lain yang secara teknis harus dipikirkan matang-matang sebelum membuat kegiatan.
Dan yang paling menyesakkan begitu persiapan telah matang, namun terdapat kendala yang datangnya dari luar, seperti yang pernah terjadi saat mengadakan tatap maya ke-4 bersama para SRB se nusantara lainnya. Tiba-tiba salah seorang pemateri tidak dapat membagikan bahan presentasinya di Share Screen. Dan kamipun menginisiatifkan diri melanjutkan pemateri selanjutnya untuk berbicara terlebih dahulu. Untunglah saat setelahnya bahan presentasi dapat dibagikan. Selain itu, juga timbul masalah di jaringan yang membuat moderator terlempar dari ruangan Zoom yang membuat Host (pengendali acara) tertukar ke peserta lain yang bukan panitia. Untungnya salah seorang panitia mengenal peserta tersebut dan langsung menghubunginya untuk berkoordinasi lebih lanjut. Dan setelahnya moderator dapat kembali masuk, namun rekaman kegiatan webinar ini tidak sempurna hasilnya. Karena saat terlempar keluar ruangan Zoom, moderator yang bertindak sebagai Host juga kehilangan rekaman yang membuat rekaman awal acara menjadi tidak tersimpan.
Itulah pengalaman yang saya alami saat melakukan video conference melakui aplikasi zoom, baik sebagai partisipan maupun pemateri. Semoga kedepannya dapat mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat acara berlangsung.

Sangat meninspirasi
BalasHapus