Kegiatan ini merupakan salah satu hasil dari kegiatan mempelajari modul 15 yaitu modul komunikasi efektif yang memberikan gambaran seputar tata cara berkomunikasi untuk membangun link dalam berkolaborasi demi berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Umumnya komunikasi merupakan suatu proses penyampaian – penerimaan pesan antar dua orang atau lebih. Pesan yang disampaikan dapat berupa komunikasi lisan, komunikasi tulisan, komunikasi verbal, dan komunikasi non verbal. Namun komunikasi tidak hanya berupa penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi memberikan pengaruh hubungan mereka yang terlibat di dalamnya. Hubungan akan terjalin baik apabila komunikasi berjalan efektif dan sesuai dengan harapan masing-masing pihak. Sebaliknya, komunikasi bisa berdampak buruk apabila tidak berlangsung efektif.
Inilah harapan saya sebagai salah satu peserta PembaTIK 2020 yaitu dapat menjalin hubungan baik dengan para pimpinan instansi-instansi terkait seperti Kepala Sekolah, Ketua Gugus, Ketua KKG / MGMP, Ketua PGRI dan Kepala Dinas Pendidikan demi menyukseskan kegiatan sosialisasi-sosialisasi seputar Portal Rumah Belajar.

Komunikasi pertama terjalin dengan Ibu Huslaini, S.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri 41 Banda Aceh tempat saya mengajar. Bersama beliau saya coba mengkomunikasikan seputar kegiatan pembaTIK ini karena secara tidak langsung melalui beliaulah saya mengetahui kegiatan pendaftaran PembaTIK Level 1 sekitar bulan Maret yang lalu hingga berada di penghujung level 4 seperti sekarang ini. Selain itu saya juga meminta dukungan beliau karena saat sekarang saya sedang mengikuti banyak rangkaian kegiatan yang nantinya pasti akan banyak menyita waktu dan tenaga, untuk itu kelonggaran waktu dan pemakluman akan tugas tambahan ini sangat dibutuhkan. 


Komunikasi kedua berlanjut dengan ibu Herawati S.Pd selaku ketua gugus Melati dan juga merupakan seorang kepala sekolah SD Negeri 20 Banda Aceh. Gugus melati sendiri merupakan gugus dari beberapa SD imbas seperti SD 20, 41, 27, 28, 65 dan Methodist. Sebelum melakukan kunjungan ke tempat beliau terlebih dahulu saya memastikan beliau berkenan dikunjungi atau tidak melalui WhatsApp. Pemilihan media komunikasi melalui WhatsApp menurut saya adalah pilihan yang tepat, karena selama masa pendemi banyak orang yang enggan dikunjungi. Dan demi mengantisipasi gangguan yang mungkin timbul jika hanya bertukar kabar melalui media sosial saya pun langsung mengunjunginya disekolah. Tanggapan yang diberikan beliaupun sangat positif. Dengan menyebarkan informasi melalui WhatsApp grup gugus melati terjait jadwal kegiatan tatap maya yang akan di lakukan melalui zoom, diharapkan dapat menjaring beberapa peserta dari gugus melati.
Dalam menjalin komunikasi dengan pimpinan instansi-instansi lain yang lebih besar pengaruhnya, saya merasa minder dan kurang percaya diri. Karena umur dan pengalaman yang masih sangat sedikit dibandingkan para peserta lainnya. Untuk itu saya mencoba berkolaborasi dengan para Sahabat Rumah Belajar lainnya di Provinsi Aceh agar lebih meyakinkan dalam proses koordinasi atau diseminasi kepada pimpinan birokrat dan pemangku kepentingan lainnya. Karena tanpa di sadari dengan perbandingan umur dan pengalaman yang sudah lebih dahulu meraka rasakan banyak memberikan manfaat, diantaranya koneksi ke para pimpinan birokrasi lebih cepat terhubung dan komunikasi yang lebih terarah karena kesepahaman ide dan gagasan.
Ajakan kolaborasi datang dari ibu Lenayanti Br Pulungan yang merupakan seorang SRB Aceh yang berasal dari SDLB Kota Banda Aceh. Beberapa konsep kegiatan mulai muncul kala berdiskusi dengan beliau. Salut kepada beliau, walaupun lebih dewasa dalam segi umur namun beliau tidak segan mengunjungi saya yang lebih muda dikarena saat hari itu saya sedang shif disekolah. Dari beliau banyak ilmu yang saya dapatkan, apalagi semangat yang dikobarkan membuat banyaknya tugas selama masa kegiatan pembatik level 4 ini hanya berlalu begitu saja.
Kolaborasi bersama para SRB (Kota Banda Aceh; Chairuni, Lenayanti, Ekawati dan Kabupaten Aceh Besar; Seri Amalia, Sardani, Nurrikha) lain pun memberikan dampak posistif. Kami mendapatkan dukungan dari ketua PGRI Kota Banda Aceh Bapak Zulfikar SE yang juga seorang Kepala SMA Negeri 15 Banda Aceh. Beliau begitu mendukung kegiatan ini dengan melibatkan kami ditengah-tengah rapat keanggotaan PGRI terbaru, demi memperkenalkan langsung para SRB Kota Banda Aceh dan Aceh Besar kepada para pengurusnya.
Melanjutkan kegiatan pencarian dukungan bersama Ibu Lenayanti kami mendatangi beberapa pejabat terkait lainya seperti Ibu Dra. Lila Rosnilawati selaku Kacapdin Banda Aceh dan Aceh besar.
Bapak Dr. Saminan M.pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh.
Dan diakhiri dengan Pak Sabri, salah seorang guru SMP 2 Banda Aceh, sekretaris I PGRI dan Ketua MGMP IPS.
Keberhasilan melakukan komunikasi dengan baik mensyaratkan berbagai keterampilan. Keterampilan komunikasi tidak hanya berupa keterampilan mengungkapkan isi hati dan pikiran, tetapi juga keterampilan mendengarkan. Kedua keterampilan komunikasi (mengungkapkan dan mendengarkan) merupakan faktor penentu efektifnya suatu komunikasi.
Semoga dengan kegiatan ini semakin melatih keterampilan saya dalam berkomunikasi terutama dalam hal mengungkapkan informasi kepala para komunikan. Dan juga saya berharap dengan adanya dukungan dari para pimpinan birokrasi tersebut, kegiatan sosialisasi ini dapat tersebar ke seluruh daerah khususnya Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar demi menyukseskan merdeka belajar.
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia.
https://belajar.kemdikbud.go.id
#Pembatik2020
#PusdatinKemdikbud
#DutaRumahBelajar
#RumahBelajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar