Minggu, 18 Oktober 2020

Refleksi Modul 16

 Pengalaman Menggunakan Video Conference.


        Akhir-akhir ini, konferensi video menjadi akrab dengan keseharian kita karena adanya pembatasan fisik dan sosial terkait pandemi covid-19. Saya sendiri baru mengetahui bagaimana sistem penggunaannya selama masa PJJ ini. 

   Pembelajaran jarak jauh memiliki titik berat berupa kemandirian pembelajar (self-reliant learning). Pembelajaran jarak jauh membuat komunikasi lansung secara tatap muka menjadi minim, bahkan bisa tidak ada. Pada pelaksanaan kita dapat mencari solusi pengganti pertemuan tatap muka dengan melakukan secara virtual dan digital, yakni melalui konferensi video.

     Selama masa pandemi, pembelajaran jarak jauh untuk pendidikan formal tiba-tiba menjadi keharusan karena faktor kesehatan dan keselamatan yang harus diutamakan. Komunikasi dan interaksi belajar antara guru dan peserta didik dilakukan dengan bantuan media dan teknologi. Beragam platform media dan teknologi yang tidak secara khusus dikembangkan untuk pembelajaran kini diadaptasi untuk mendukung pembelajaran dari rumah, salah satunya yang sering saya pribadi gunakan adalah penggunaan aplikasi chat seperti WhatsApp atau Telegram untuk membentuk grup kelas dan berdiskusi serta aplikasi Zoom Meeting baik untuk kegiatan belajar dengan perserta didik, mengikuti pelatihan-pelatihan bahkan yang sekarang ini menjadi pemateri untuk tugas pembatik level 4.

      Penggunaan teknologi komunikasi digital semakin diperlukan karena terbatasnya kontak fisik. Dengan memanfaatkan aplikasi konferensi video, belajar tatap maya (tatap muka secara virtual) dapat dilakukan, sehingga umpan balik dapat dilakukan saat itu juga. Dari kegiatan belajar itu, diharapkan kita tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

      Selama saya menjadi peserta pelatihan di kegitan webinar yang diselenggarakan pemerintah maupun instansi tertentu, saya hanya mendengarkan dan memantau jalannya kegiatan tanpa ikut andil terlibat secara teknis didalamnya, kecuali hanya mematikan suara (mute) saat para pemateri berbicara dan menyalakan video agar pemateri dapat berkomunikasi secara langsung dengan saya.

        Namun sejak menjalani kegiatan pembatik level 4, saya sudah pernah 5 kali terlibat menjadi pemateri dalam 5 kegiatan webinar yang berbeda dimana tujuannya adalah untuk mensosialisasikan pemanfaatan portal Rumah Belajar. Saat menjadi pemateri saya menjadi kerepotan sendiri menyusun bahan presentasi, melatih pengucapan, intonasi serta mencoba mengolah kata. Apalagi begitu sesi saya berbicara, saya harus mengatur Share Screen mana yang harus ditampilkan terlebih dahulu dan dapat dilihat para partisipan begitu juga dengan suara, apakah suara saya masih terdengar, ataukah sudah menghilang sangking gugupnya mempresentasikan materi.
        
        Nah selain itu, sebagai pemateri yang merangkap panitia acara, kita juga direpotkan dengan persiapan sebelum acara seperti pembuatan Flyer, Background, susunan acara, lamanya durasi waktu acara, link video conference, mengundang pihak-pihak yang bisa menjadi pembuka dan bersedia memberikan kata-kata sambutan serta hal lain yang secara teknis harus dipikirkan matang-matang sebelum membuat kegiatan.

            Dan yang paling menyesakkan begitu persiapan telah matang, namun terdapat kendala yang datangnya dari luar, seperti yang pernah terjadi saat mengadakan tatap maya ke-4 bersama para SRB se nusantara lainnya. Tiba-tiba salah seorang pemateri tidak dapat membagikan bahan presentasinya di Share Screen. Dan kamipun menginisiatifkan diri melanjutkan pemateri selanjutnya untuk berbicara terlebih dahulu. Untunglah saat setelahnya bahan presentasi dapat dibagikan. Selain itu, juga timbul masalah di jaringan yang membuat moderator terlempar dari ruangan Zoom yang membuat Host (pengendali acara) tertukar ke peserta lain yang bukan panitia. Untungnya salah seorang panitia mengenal peserta tersebut dan langsung menghubunginya untuk berkoordinasi lebih lanjut. Dan setelahnya moderator dapat kembali masuk, namun rekaman kegiatan webinar ini tidak sempurna hasilnya. Karena saat terlempar keluar ruangan Zoom, moderator yang bertindak sebagai Host juga kehilangan rekaman yang membuat rekaman awal acara menjadi tidak tersimpan. 

            Itulah pengalaman yang saya alami saat melakukan video conference melakui aplikasi zoom, baik sebagai partisipan maupun pemateri. Semoga kedepannya dapat mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat acara berlangsung.

Refleksi Modul 13

 Belajar Dari Rumah (BDR) dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

            Dalam hal ini, pendidik di mana salah satunya adalah guru memegang peranan penting untuk mewujudkan pembelajaran yang baik dan tepat bagi peserta didik. Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, pendidikan jarak jauh di mana peserta didik terpisah dari guru dan pembelajarannya mengharuskan guru dan peserta didik menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

            Sudah seharusnya di masa pandemi ini guru-guru dapat memberikan pembelajaran yang inovatif, menarik, dan efektif melalui pemanfaatan media pembelajaran yang dapat diakses dengan mudah yaitu dengan menggunakan salah satu web pembelajaran yang berasal dari Pusdatin Kemendikbud yaitu Portal Rumah Belajar yang merupakan inovasi pembelajaran dari pemerintah yang menyediakan beragam bahan belajar serta fasilitas komunikasi antar penggunanya.




           Portal pembelajaran digital ini, menyajikan banyak fitur, baik fitur utama maupun fitur pendukung. 

        Fitur Utama diantaranya Sumber Belajar, Bank Soal, Laboratorium Maya, dan Kelas Maya. Sementara Fitur Pendukung adalah Peta budaya, Buku Sekolah Elektronik (BSE), Wahana Jelajah Angkasa, Karya Sastra dan Bahasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Edugame dan Blog Pena


"Didiklah anakmu sesuai zamannya "

        Quote tersebut selayaknya mampu kita aplikasinya dalam  mendidik anak-anak kita baik di rumah maupun di sekolah. Terutama karena masa pandemi yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah  menggunakan gadget dan TIK membuat orangtua harus cerdas memilih dan memilah aplikasi dan situs yang mendukung pembelajaran.

       Tentu saja Rumah Belajar memberi jawaban atas banyak kebutuhan orangtua terhadap portal pembelajaran yang lengkap dan ramah anak. Selain itu portal ini juga merupakan portal yang dapat diakses melalui kuota belajar yang dibagikan kepada pendidik dan peserta didik oleh pemerintah. Melalui portal ini kita dapat belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

        Pada portal Rumah Belajar ini juga terdapat berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru untuk menumbuhkan minat, perhatian, bakat, dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. 

  

        Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan memberikan sumber belajar yang beragam tidak hanya terpaku pada buku, tapi bisa divariasikan dengan sumber video, suara ataupun konten web.

        Selain itu guru juga dapat membuat soal dan berbagi kepada pengguna lain, serta melakukan evaluasi hasil belajar secara online. Evaluasi hasil belajar yang tersedia pada fitur Bank Soal ini yaitu: Latihan, Ulangan, dan Ujian yang disertai pembahasannya.

            Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium rill dan bagi sekolah yang walaupun sudah memilikinya namun terkendala selama pandemi. Guru-guru tetap dapat melakukan praktikum secara virtual dengan memanfaatkan fitur Laboratorium Maya.

        Dan guru-guru pun tetap dapat membuat kelas bagi peserta didiknya dengan memanfaatkan Kelas Maya yang merupakan sebuah Learning Management System (LMS) dan dapat memfasilitasi terjadinya pembelajaran dalam jaringan (online) antara peserta didik dan pendidik kapan saja dan dimana saja.

Sabtu, 17 Oktober 2020

RPP "Keberagaman Budaya Bangsaku" melalui konferensi video

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Nama Sekolah            : SD Negeri 41 Banda Aceh

Kelas / Semester         : IV / 1

Tema                           : Keberagaman Budaya Bangsaku

Alokasi waktu             : 1 Hari

 

A.    Tujuan Pembelajaran :

    Melalui permainan puzzle siswa dapat mengenal berbagai provinsi yang ada di indonesia dengan benar

 

B.     Materi Pembelajaran :

    Mengenal Provinsi di Indonesia

 

C.    Langkah Pembelajaran :

-          Kegiatan pendahuluan

1.      Melakukan pembukaan dengan salam, apersepsi dan motivasi serta memastikan siswa bergabung dalam grup WA dan siswa terkoneksi dengan aplikasi Zoom Meeting.

-          Kegiatan inti

1.      Guru menampilkan gambar peta Indonesia melalui Share Screen pada aplikasi Zoom yang berasal dari fitur Peta Budaya pada Portal Rumah Belajar.

2.      Siswa mengamati peta dan guru memandu siswa berkeliling Indonesia dengan memanfaatkan fitur tersebut.

3.      Guru dan siswa bertanya jawab seputar pulau-pulau besar apa saja yang ada di Indonesia

4.      Guru menampilan pulau sumatera pada layar Share Screen

5.      Siswa mengidentifikasi provinsi apa saja yang ada didalamnya

6.      Guru menampilkan layar situs Jigsaw Puzzle dan memberikan permainan puzzle dari potongan-potongan peta pulau Sumatera

7.      Secara bersama-sama siswa menyusun potongan puzzle tersebut sehingga menjadi bentuk yang utuh melalui koordinasi guru

8.      Salah seorang siswa diminta mempresentasikan hasil kegiatan menyusun peta pulau sumatera melalui permainan puzzle

9.      Bersama-sama siswa menyimpulkan kegiatan yang hari ini telah dilakukan seputar provinsi yang ada dipulau sumatera.

  • -  Kegiatan penutup

1.      Guru memberikan penguatan melalui zoom

2.      Guru memberikan tugas mandiri yang bisa dikerjakan siswa melalui link "Tugas Puzzle"

3.      Pembelajaran diakhiri dengan membaca Alhamdulillah

 

D.    Sumber Belajar :

-          Belajar.kemdikbud.go.id

-          Jigsawplanet.com

 

E. Penilaian

1.      Teknik Penilaian dalam bentuk tes online dengan menugaskan siswa mengerjakan permaianan puzzle yang telah disediakan linknya dan dapat dipantau berapa lama waktu yang di butuhkan untuk menyusun puzzle-puzzle tersebut.

2.      Teknik Penilaian juga ada yang berbentuk pilihan ganda melalui soal yang di share ke grub WA

 

F. Absensi

Absen melalui kehadiran siswa langsung di room Zoom Meeting, bagi yang tidak hadir di Zoom akan di bagikan video pembelajaran melalui WA grub berikut ini:

https://web.facebook.com/100000359792138/videos/3587530987935526/

 

Mengetahui,                                                                     Banda Aceh, 18 Oktober 2020

Kepala SD Negeri 41 Banda Aceh                                              Wali Kelas IV

 

 

 

Huslaini, S.Pd                                                                                Chairuni, S.Pd

NIP: 197109171993052002                                                 NIP:199308022019032002

 

 

 

 

 

Sayembara Video GTK DIKDAS


 
        Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar melalui Pokja Publikasi melaksanakan kegiatan Sayembara Video Pendek Materi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 sebagai bentuk kontribusi dan inovasi dari guru dalam memanfaatkan teknologi komunikasi, informasi, dan media yang efektif untuk mensukseskan pembelajaran di masa pandemi.

        Dalam rangka menyemarakkan Hari Guru Nasional Tahun 2020 yang jatuh setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Sayembara Video Pendek Materi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lintas mata pelajaran. 
        Video pendek materi pembelajaran ini merupakan sejenis video tips dan trik setiap materi atau sub materi pada mata pelajaran dengan durasi maksimal tiga menit yang dapat disampaikan secara tuntas. Video ini harus orisinal belum pernah dipublikasikan secara online baik pada laman maupun di media sosial.
        Pada masa Pandemi Covid-19 ini, guru dituntut untuk melakukan beberapa inovasi dalam pembelajaran. Kegiatan ini sangat selaras dengan situasi di masa pandemi, video-video pendek pembelajaran yang dibuat oleh guru diharapkan mampu meningkatkan literasi digital bagi guru itu sendiri.

        Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi digital bagi guru dalam membuat video pendek pembelajaran. Bagi para guru yang ingin menghasilkan karya, mari bergabung bersama saya. Inilah video pembelajaran yang saya buat, semoga dapat bermanfaat.

Berikut link videonya

https://web.facebook.com/100000359792138/videos/3587530987935526/


Tatap Maya 4 Tema: "KOLAK RUMBEL" Kolaborasi Asyik Rumah Belajar


 
       Kegiatan berbagi tatap maya yang keempat ini, kembali berkolaborasi dengan para SRB dari berbagai daerah se-nusantara diantaranya dari Sulawesi Tenggara, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Selata, Sumatera Selatan, dan Papua Barat. Banyaknya orang yang ikut berpartisipasi sebagai pemateri memunculkan banyak ide dan gagasan seputar tema yang diusung. Kolak Rumbel pun menjadi pilihan yang tepat untuk di sebarkan di Flyer.




        Bersama para DRB dari Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat bu Irma Lismayanti M.Pd dan Miss Rufina Sekunda, S.Pd yang memberikan kata-kata penyemangat serta dorongan motivasi untuk tidak patah semangat kala haters menyerang. Sungguh merupakan angin segar bagi kita-kita yang sedang berjuang ini. Apalagi dari Pusdatin bu Jane juga turut memberikan kata-kata sambutan untuk acara ini.


        Moderator sekaligus merangkap sebagai host adalah seorang Sahabat Rumah Belajar yang begitu bersahaja bu Sunilsun dari Kalimantan Barat. Walaupun bukan pemateri tapi beliau tetap bersemangat menyatukan peserta para SRB dan DRB dari berbagai daerah untuk sama-sama berbagi inovasi pembelajaran yang di integrasikan bersama Rumah Belajar.  


        Pemaparan materi pertama dari saya seputar pemanfaatan fitur Peta Budaya yang diintegrasikan dengan permainan Puzzle. Seperti pada tatap maya ke 2 dan ke 3 melalui video konference ke 4 ini saya juga membawa materi yang sama. Karena banyaknya pemateri saya mencoba membagi waktu seefektif mungkin dengan memberikan pemaparan yang penting-penting saja agar pemateri yang lain kebagian waktu dan tidak terlalu kemalaman. Mengingat kolaborasi ini melibatkan banyak para SRB yang berasal dari daerah timur yang memiliki perbedaan waktu dengan saya.


        Pemaparan kedua dari Pak Andrico Pratama, S.Pd Gr yang berasal dari Papua Barat seputar materi Penggunaan Kaizala untuk belajar dari rumah pada masa pandemi


        Pemaparan ketiga dari Bu Nur Sakinah, S.Pd Gr yang berasal dari Sulawesi Selatan seputar materi Pemanfaatan fitur sumber belajar


        Pemaparan ketempat dari Bu Pirawati, S.Pd yang berasal dari Sulawesi Tenggara seputar materi Pemanfaatan fitur Laboratorium Maya sebagai solusi BDR


         Pemaparan kelima dari Pak Sudar Riyadi Pangaribowo, S.Pd yang berasal dari Kalimantan Barat seputar materi Pemanfaatan VoD TV Edukasi



         Pemaparan keenam dari Bu Amalia, M.Pfis yang berasal dari Sulawesi Selatan seputar materi Mendulang angka kredit dari fitur PKB Rumah Belajar


         Pemaparan ketujuh dari Bu Ari Sulistiyawati, M.Pd yang berasal dari Lampung seputar materi Flipped Classroom memanfaatkan Rumah Belajar


         Pemaparan kedelapan dari Bu Sovya Nur Kartika, M.Pd  yang berasal dari Sulawesi Tenggara seputar materi Pemanfaatan fitur Edugame Rumah Belajar dalam BDR di Era New Normal



        Banyak ilmu yang saya dapat pada kegiatan tatap maya kali ini, banyaknya pemateri yang memberikan paparan inovasinya dalam pembelajaran membuat bertambah pula wawasan saya. Dan berkolaborasi dengan para guru-guru hebat ini merupakan pengalaman yang berkesan, tentang bagaiman membagi tugas, bagaimana mengatasi kendala saat seorang pemateri sedang bermasalah pada jaringan ataupun sistem perangkatnya dan bagaimana membagi waktu agar kegiatan ini tetap dapat dinikmati para partisipan tanpa berkurang karena jenuhnya mereka dengan paparan materi yang terlalu panjang.

            Partisipan yang ada pada Zoom mencapai 38 peserta dan yang mengisi absen 30 orang. Terima kasih semua atas kerja kerasnya semoga pendidikan Indonesia lebih maju ditiap daerahnya.

Berikut link Absennya


 Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia.
https://belajar.kemdikbud.go.id 

#Pembatik2020
#PusdatinKemdikbud
#DutaRumahBelajar
#RumahBelajar
#MerdekaBelajar

Tatap Muka 3 Bersama Guru-Guru dan Pegawai di SD Negeri 41 Kota Banda Aceh






        Alhamdulillah, agenda sosialisasi kepada kepala sekolah, guru dan pegawai yang ada di SD Negeri 41 berjalan dengan lancar dan sukses. Walaupun terpaksa diundur beberapa hari karena terkendala beberapa hal

         Dan misi untuk membumikan Portal Rumah Belajar di sekolah ini adalah target yang tidak bisa ditunda lagi dan harus terpenuhi karena merupakan kebutuhan mendesak dan sangat penting untuk Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 dan sesudahnya sekaligus menyongsong Era Industri 4.0.

         Setelah Sosialisasi ini berakhir, harapan saya sedikit banyaknya pengalaman yang saya bagikan dapat bermanfaat membantu guru-guru di SD 41 Banda Aceh mengembangkan kegiatan pembelajaran yang lebih interaktif bagi peserta didik

        Dengan kebanyakan guru-guru  muda yang energik dan bersemangat serta kompetensi IT yang mumpuni, diharapkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar dilaksanakan secara maksimal dan dapat berkontribusi mengisi konten-konten didalamnya dalam dapat mengembangkannya

        Inilah dokumentasi bersama kepala sekolah dan guru-guru serta pegawai SD Negeri 41 Banda Aceh.












Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia.
https://belajar.kemdikbud.go.id 

#Pembatik2020
#PusdatinKemdikbud
#DutaRumahBelajar
#RumahBelajar
#MerdekaBelajar



 

Kamis, 15 Oktober 2020

Tatap Muka 2 Bersama Guru-Guru di GuGus 35 SD Lamreung


        Kegiatan berbagi tatap muka kali ini, saya kembali berkolaborasi Sahabat Rumah Belajar (SRB) provinsi Aceh, yaitu Bu Lenayanti dan Bu Seri Amalia.

        Berbagi pengalaman dengan puluhan guru-guru yang ada di gugus 35 Lamreung Kecamatan Aceh Besar begitu memberikan pengalaman baru bagi saya. 

      Rumah Belajar dan program PembaTIK menjadikan kami memahami makna dan manfaat dari berbagi. Tidak ada yang berkurang justru bertambah berlipat ganda. Sebelum berbagi kami dilatih untuk terus berkreasi dan berinovasi, dan hasilnya kami mendapatkan Ilmu baru, pengalaman baru, teman baru serta keluarga baru juga

       Terima kasih kerja sama semua pihak sehingga kegiatan berbagi kami berjalan lancar. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. 









 Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia.
https://belajar.kemdikbud.go.id 

#Pembatik2020
#PusdatinKemdikbud
#DutaRumahBelajar
#RumahBelajar
#MerdekaBelajar

Sekapur Sirih

 Assalamuaikum wr.wb Saya uni seorang pengajar di SD Negeri 41 Kota Banda Aceh. Senang sekali rasanya menjadi bagian dari peserta PemBaTik l...