Dengan tema "Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar"
Acara berlangsung Senin s.d Jumat, 14 s.d 18 September 2020
Kegiatan ini akan dilaksanakan untuk membekali guru-guru calon Duta Rumah Belajar dan masyarakat secara luas terkait wawasan yang berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berbagi skill yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, video conference, serta membentuk guru-guru untuk memiliki kemampuan berbicara di depan publik.
Berikut Narasumber dan Moderator yang ikut terlibat:
Narasumber :
1. Nadiem Anwar Makarim, MBA. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
2. Prof. Ainun Na’im, Ph.D. Sekretaris Jendral Kemendikbud
3. Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud
4. M. Hasan Chabibie, ST., M.Si . Plt. Pusat Data dan Informasi Kemendikbud
Narasumber Pakar:
1. Materi Public Speaking: Charles Bonar Sirait, S.E., M.M. @charlesbonarsirait
2. Materi Penulisan: Asma Nadia @asmanadia
3. Materi Sosial Media: Wicaksono @ndorokakung
4. Materi Video Conference: Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA
5. Materi Motivasi Guru: Butet Manurung @butet_manurung
6. Master of Ceremony: Dhoni Kusmanhadji (Anchor TVRI) @dhoniku
Moderator
1. Restyn Yusuf (Guru Duta Rumah Belajar Papua Barat) @reztynyusuf
2. Tukijo (Guru Duta Rumah Belajar Jawa Tengah) @tukijo17
3. Dona Yulia Sari (Guru Duta Rumah Belajar Jambi) @yuliasaridona
4. Deni Rohendi (Guru Duta Rumah Belajar Jawa Barat) @deni_physics_rohendi
5. Muhammad Ariefin (Guru Duta Rumah Belajar Jawa Barat) @muhariefin
Pembukaan acara Pembatik Level 4, Senin 14 September 2020 langsung dihadiri Mas Mentri Nadiem Makarim dengan pesannya “Saya ingin mengucapkan betapa bangganya saya mengetahui program pelatihan guru Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK pada tahun ini diikuti oleh lebih dari 60 ribu guru atau 1000% peningkatan dari pertama kali kegiatan ini dilangsungkan 2 tahun lalu.
Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa, terlebih hal ini juga menjadi penanda semakin banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya untuk mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar”
Semoga pesan beliau menjadi dorongan semangat dan motivasi bagi para guru yang telah mengikuti Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) pada tahap level akhir (Level 4: Berbagi TIK) dengan tema Berbagi Inovasi Pembelajaran TIK Mewujudkan Merdeka Belajar.
Hari ke2, pada sesi 1 kami di pandu oleh narasumber Charles Bonar Sirait yang berkompeten di bidangnya dalam hal Publik Speaking.
Berikut 4 tips berkomunikasi yang harus dimiliki seorang pendidik.
1. Memahami pola komunikasi sederhana (Pesan yang kita sampaikan harus dapat dirangkap dan dipahami orang )
2. Impactful Communication (Punya kekuatan untuk mendapat rasa simpatik)
3. Persuative Communication ( Komunikasi yang bertujuan mempengaruhi kepercayaan, sikap dan perilaku seseorang)
4. Personal Branding ( Upaya menjual kelebihan diri)
Nah, bagi kita-kita (khususnya saya pribadi) yang punya masalah kepercayaan diri. Yuk ikuti tips berikut :
1. Berlatih bertatapan dan berbicara didepan banyak orang
2. Kuasai kelas dan media teknologi pembelajaran
3. Time Management yang baik, agar tidak kehabisan waktu membuat konten medsos, sehingga kompetensi utama terbengkalai
4. Mengenal Audience dan terus berusaha mengena orang baru
Berlanjut ke sesi 2, Kak Butet Manurung seorang aktifis sekolah rimbapun turut berbagi pengalaman.
Kita sebagai guru memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan pendidikan yang kita berikan itu tidak hanya kontekstual tapi juga berdampak dan dipastikan proses-proses pendidikan tersebut harus dimulai dari mencintai diri kita sendiri, memastikan anak-anak mengenal lingkungannya, adat istiadatnya dan orang-orang sekitarnya.
Bagi masyarakat rimba:
- Pena adalah 'setan bermata runcing' menguasainya adalah cara untuk mengalahkannya.
- Sekolah harus memberikan manfaat untuk kehidupan saat ini, bukan dimasa depan.
- Jika kita memelihara hari ini, artinya kita memelihara masa depan.
Lanjut kesesi 3,
Hari ke 3 materi berlanjut dengan narumber mbak Asma Nadia seorang penulis Best Seller, pesan beliau "Menulis itu berjuang, proses perjuangan tidak akan pernah berhenti, maka tulislah sesuatu yang berarti"
Mulailah menulis dari pengalaman, pilih pengalaman yang paling berbekas dan paling diingat, misalnya paling menyenangkan atau paling menyedihkan.
Dalam paparan beliau tentang pengalamannya selama menekuni bidang ini saya sangat terkesan dengan trik menulis: seorang penulis tidak hanya membuat karya yang indah isinya, tapi juga bisa mewakili orang - orang yang tidak punya suara.
Dalam paparan beliau tentang pengalamannya selama menekuni bidang ini saya sangat terkesan dengan trik menulis: seorang penulis tidak hanya membuat karya yang indah isinya, tapi juga bisa mewakili orang - orang yang tidak punya suara.
Yuk kita mulai menulis...
Hari ke 4, Bapak Wicaksono (ndorokakung) membagikan tips membangun SosMed sukses dengan memperhatikan 2 hal:
Strategi konten:
- Memilih platform
- Optimasi bio
- Produksi: menulis, foto, video dan infografis
- Penjadwalan posting
- Penyesuaian algoritma
- Penyesuaian tanda pagar
- Membangun Personal Branding
- Optimasi akun media sosial
- Optimasi website/blog (SEO)
- Iklan
- Kolaborasi
Hari terakhir diakhiri dengan Kiat Pemanfaatan Video Conference oleh pak Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., Mphil., MA seorang Pakar Teknologi
Berikut tips membuat media video conference yang bagus:
1. Bukan hanya penyampai pesan
2. Penyesuaian fitur dan tujuan
3. Interaksi dan umpan balik
4. Daya tahan dan jendela waktu
"DNA Pendidik:
"DNA Pendidik:
Ada dan tidak ada media, pendidik harus mampu kreatif dengan teknologi yang ada."







Tidak ada komentar:
Posting Komentar